Loading component...
Laporan Terbaru Soroti Pentingnya Tata Kelola, Ketahanan, dan Kepercayaan sebagai Kunci Masa Depan Pertumbuhan Indonesia
- Tata kelola yang kuat dan ketahanan siber menjadi fondasi keuangan digital.
- Kapabilitas manusia tetap berperan penting dalam ekonomi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
- Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun perekonomian dan profesi yang siap menghadapi masa depan.
Dua laporan terbaru yang dirilis pekan ini oleh CPA Australia, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), United In Diversity (UID) Foundation dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), mengidentifikasi langkah-langkah kunci untuk memperkuat tata kelola digital, keamanan siber, ketahanan bisnis, serta kesiapan tenaga kerja guna mendukung pertumbuhan Indonesia di masa depan.
Kedua laporan tersebut menyajikan pandangan dari berbagai kalangan regulator, pelaku usaha, dan komunitas profesional Indonesia mengenai berbagai tantangan dan peluang paling signifikan dalam membentuk lanskap bisnis dan keuangan digital Indonesia.
Tata kelola yang stabil dan ekosistem keamanan siber yang canggih
Laporan pertama yang bertajuk “Keamanan Siber dan Tata Kelola Aset Keuangan serta Transaksi Digital”, yang dikembangkan oleh CPA Australia, OJK, dan UID Foundation, mengkaji berbagai prioritas untuk memperkuat tata kelola dan keamanan siber dalam ekosistem aset digital di Indonesia. Laporan ini merangkum hasil diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, sektor jasa keuangan, teknologi, dan komunitas profesional.
Laporan tersebut menekankan pentingnya kerangka tata kelola yang efektif, kepastian regulasi, dan ketahanan siber untuk mendukung ekosistem aset digital yang aman dan terpercaya. Para peserta menyoroti perlunya peningkatan akuntabilitas, kesiapsiagaan menghadapi insiden, serta kerja sama antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan asosiasi seiring perkembangan layanan keuangan digital.
Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK menyampaikan, “Di sektor keuangan, inovasi dapat menciptakan peluang, namun kepercayaanlah yang memungkinkan peluang tersebut berkembang secara berkelanjutan, karena itu kita harus membangun sektor finansial yang kredibel dengan keamanan siber yang tangguh”. Tuti Hadiputranto, anggota Dewan Pembina UID Foundation, menambahkan, “Masa depan keuangan digital tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya.”
Dialog Eksekutif Bisnis dan Keuangan Indonesia-Australia 2026
Laporan kedua bertajuk “Membangun Ketahanan Bisnis melalui Kepemimpinan Keuangan”, disusun melalui Indonesia-Australia Executive Business & Finance Dialogue 2026 yang diselenggarakan oleh CPA Australia dan IAI), mengkaji bagaimana organisasi dapat memperkuat ketahanan, kapabilitas kepemimpinan, dan kepercayaan di tengah ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi serta tuntutan dunia kerja.
Laporan tersebut menemukan bahwa ketahanan organisasi semakin menjadi sumber keunggulan kompetitif dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, perubahan hubungan perdagangan, dan disrupsi teknologi. Para peserta menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, manajemen risiko, kompetensi tenaga kerja, serta penerapan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Mereka juga mengidentifikasi kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas institusi sebagai faktor penting dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dr. Ardan Adiperdana, Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia mengatakan, ”Ketahanan bukan lagi sekadar sikap defensif, melainkan semakin menjadi kemampuan utama yang menentukan daya saing. Dalam lanskap global yang kian kompleks, daya saing jangka panjang tidak hanya bergantung pada kekuatan neraca keuangan, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kualitas kelembagaan, dan hubungan yang dilandasi kepercayaan. Sebagai organisasi profesi akuntan, kita harus memastikan para profesional kita mampu memberikan kepemimpinan strategis dan membangun kepercayaan yang diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik”.
Chief Executive Officer CPA Australia, Chris Freeland mengatakan bahwa kedua laporan tersebut memberikan wawasan yang relevan mengenai langkah organisasi dalam menghadapi perubahan teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan ekspektasi para pemangku kepentingan.
“Dunia bisnis tengah menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi yang signifikan. Seiring munculnya berbagai peluang baru, penting bagi dunia usaha, regulator, dan komunitas profesional untuk bekerja sama dalam menjaga kepercayaan, ketahanan, serta tata kelola yang kuat guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ujar Freeland.
“Melalui kolaborasi kami dengan OJK, UID Foundation dan IAI, CPA Australia berkontribusi memberikan wawasan praktis dan memfasilitasi dialog yang bermakna terkait sejumlah isu yang penting bagi dunia usaha, pemerintahan, dan profesi akuntan”, tambahnya.
“Tata kelola yang kuat, institusi yang terpercaya, tenaga profesional yang kompeten, dan ketangguhan organisasi adalah hal yang saling berkaitan. Kedua laporan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam membantu Indonesia menentukan arah perubahan dan memanfaatkan peluang di masa depan”, ungkap Freeland.
Peluncuran kedua laporan ini bertepatan dengan pembaruan perjanjian jalur keanggotaan profesional (pathway agreement) antara CPA Australia dan IAI, yang menegaskan kembali hubungan kerja sama jangka panjang kedua organisasi profesi tersebut sekaligus mendukung pengembangan profesi akuntansi di Indonesia.
Menurut Freeland pembaruan perjanjian tersebut menjadi tonggak penting lainnya dalam hubungan kerja sama jangka panjang antara CPA Australia dan IAI.
Freeland menambahkan, "Akuntan profesional memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan, memperkuat akuntabilitas, dan mendukung pembangunan ekonomi. Pembaruan kemitraan dengan IAI melanjutkan kerja sama yang telah terjalin lama sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk mengembangkan profesi akuntansi yang kuat dan terhubung secara global".
“CPA Australia terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan komunitas akuntan profesional yang dinamis, dengan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan dan kemajuan Indonesia secara berkelanjutan”, tutupnya.
Dengan pengalaman lebih dari 70 tahun berkiprah di Asia Tenggara dan kehadiran di Indonesia sejak 2011, CPA Australia terus bekerja sama dengan regulator, organisasi profesi, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan di kawasan untuk mendukung kemajuan profesi akuntansi serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Narahubung
Nirmala Ramoo
[email protected]
+603 012 2790254